Jumat, 22 Maret 2019

FOOD TERMINOLOGY

Hasil gambar untuk Burghul (cracked wheat)

Kernel gandum yang dikukus setelah dikeringkan, dihancurkan menjadi berbagai ukuran biji-bijian. Digunakan dalam hidangan Timur Tengah seperti kibbeh dan tabbouleh.

Buttermilk



Hasil gambar untuk Buttermilk

Susu mentega merujuk kepada sejumlah minuman harian. Istilah susu mentega juga merujuk kepada sejumlah minuman susu berfermentasi, yang umum di wilayah panas, serta di wilayah dingin, seperti Skandinavia, Finlandia, Belanda, Jerman, Polandia, Slowakia dan Republik Ceko

Calasparra rice
Hasil gambar untuk Calasparra rice
Nasi berbutir pendek tumbuh di pegunungan provinsi Murcia di Spanyol dan biasanya digunakan di paellas dan hidangan berbasis beras Spanyol lainnya.

Calvados
Hasil gambar untuk Calvados
Brandy apel yang terkenal dari wilayah Perancis dengan nama yang sama.

Cantal
Hasil gambar untuk chantal cheese
Cantal adalah keju dari daerah dengan nama sama di Prancis dan diproduksi dengan menggunakan susu sapi yang dipasteurisasi. Keju ini berasal dari Pays Vert di Auvergne dan diproduksi di seluruh daerah di departemen Cantal dan di 41 desa di departemen Aveyron, Corréze, Haute-Loire, dan Puy-de-Dôme.

Caper flowers
Hasil gambar untuk Caper flowers
Bunga-bunga semak caper, asin dan diawetkan dalam minyak. Rasa yang dihasilkan lebih halus dari produk caper lainnya - caper (kuncup) dan caperberry (buah). Mereka digunakan di seluruh Mediterania dalam banyak hidangan salad, ikan dan daging dan sebagai iringan dengan sayuran lainnya. Tersedia di toko makanan khusus.

Carbonade flamande
Hasil gambar untuk Carbonnade
Carbonade flamande, atau carbonnade dieja atau à la flamande adalah Belgia tradisional, Flemish Prancis, Brabantian Utara dan Zeelandic Flemish daging sapi asam manis dan semur bawang yang dibuat dengan bir, dan dibumbui dengan thyme, daun salam dan mustard. Jamur atau roti berbumbu juga bisa ditambahkan.

Carnaroli rice
Hasil gambar untuk Carnaroli rice
Beras pendek tumbuh di sekitar kota Novara dan Vercelli di Italia, antara Milan dan Turin. Seperti arborio atau vialone nano, ini biasanya digunakan dalam risotto dan hidangan berbasis beras Italia lainnya. Carnaroli memiliki reputasi lebih sulit untuk dikuasai daripada risotto lainnya, tetapi dianggap oleh banyak koki untuk memberikan hasil yang superior.


Carpaccio
Hasil gambar untuk Carpaccio

Hidangan Italia berupa irisan tipis atau serutan daging mentah, daging sapi tradisional, tetapi sekarang meluas ke ikan, dinamakan demikian di Harry's Bar Venesia untuk pelukis Italia Carpaccio dan kecintaannya pada warna berdarah.

Cartoccio
Metode memasak Italia di mana makanan (makanan laut atau unggas, biasanya) dibungkus dengan kertas roti (atau kertas timah) sebelum dipanggang. Setara bahasa Prancis dengan 'in cartoccio' adalah 'en papillote'.
         Madu adalah suatu cairan kental berasa manis dan lezat, berwarna kuning terang atau kuning keemasan yang dihasilkan oleh hewan jenis serangga yang disebut lebah atau tawon. Lebah penghasil madu ini termasuk dalam famili “apidae” dan yang paling banyak dibudidaya di Indonesia maupun diseluruh dunia adalah jenis lebah Apis Mallifera. Madu alami umumnya terbuat dari nektar yakni cairan manis yang terdapat di dalam mahkota bunga yang biasa diserap oleh lebah atau tawon, yang kemudian dikumpulkan dan disimpan di dalam sarangnya untuk diolah menjadi bahan persediaan makanan utama bagi mereka, seisi penghuni sarangnya 

         Madu sudah digunakan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada zaman Mesir kuno, madu sudah menjadi barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bahkan pada masa itu, masyarakat Mesir menghargai madu dengan harga yang tinggi sekali bahkan menyamai harga mata uang yang langka. Dalam upacara adat sekalipun mereka juga menggunakan madu untuk memberi makan kepada binatang yang akan dipersembahkan kepada dewa-dewa. Bahkan sebelum itu manusia sudah menggunakan madu sejak puluhan abad sebelum Mesir hal ini terbukti karena di gua Africa dan Spanyol ada gambar manusia mengumpulkan madu sementara itu ada gambar lebah mengitari di atas mereka.

       #Jenis-jenis Madu

Jenis-jenis madu yang dihasilkan oleh lebah atau tawon memang cukup banyak. Terlebih lagi bila ditinjau dari sari bunga atau nektar yang dimakan atau dibawa oleh lebah. Antara lain dikenal dengan sebutan: Madu bunga sepatu, calluna, linden, calliandra dan banyak lagi. Bila ditinjau dari sumbernya, jenis-jenis madu antara lain:

a. Madu Flora
Madu flora atau madu bunga adalah madu murni yang dihasilkan dari nectar bunga. Madu ini umumnya terdiri dari dua jenis:
         1). Madu Monoflora yang dihasilkan dari nectar yang bersumber satu jenis bunga saja.
         2). Madu Porliflora atau madu yang dihasilkan dihasilkan dari nektar yang bersumber lebih dari satu macam                 bunga atau dari aneka macam bunga.

b. Madu Embun (honey dew) adalah madu yang dihasilkan lebah dari sekresi serangga tertentu yang sering terdapat pada tumbuh-tumbuhan atau kelopak-kelopak bunga.

c. Madu Ekstraflora yaitu madu yang dihasilkan dari nectar non flora atau yang bukan berasal dari bunga.


      #Kandungan Madu

     Menurut penelitian para ahli, madu alami mengandung banyak mineral serta tujuh jenis vitamin B kompleks, juga terdapat vitamin C, dekstrin, pigmen tumbuhan, aminoacid (asam amino), protein, serta ester (yang berfungsi untuk membentuk enzim), dan komponen aromatik yaitu zat-zat atau unsur yang berfungsi sebagai pengharum. Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium (Ca), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fosfor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Kandungan mineral yang ada dalam madu alami, tergantung dari sari bunga yang dihisap. Kegunaan kalsium dan fosfor dalam madu sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi (Rostita, 2007).

     Madu juga mengadung senyawa Lysozyn yang memiliki daya antibakteri, termasuk senyawa Inhibine, yang dapat bekerja sebagai desinfektan. Hal itulah yang menyebabkan madu alami dapat digunakan sebagai penyembuh luka (Purbaya, 2007).
Menurut Purbaya (2007) madu mengandung tujuh enzim yang tidak ternilaikan pula nilai serta manfaatnya. Enzim-enzim tersebut adalah:

a. Enzim Invertase, yang dikenal dapat mengubah sukrose menjadi dekstrose dan levulose.
b. Enzim Diastase yang dikenal dapat mengubah tepung manjadi maltose.
c. Enzim Katalase yang dapat mendemposisi hydrogen peroksidan (menguraikan hydrogen peroksidan menjadi bentuk yang lebih sederhana).
d. Enzim Inulase yang dapat mengubah insulin menjadi levulose.
e. Enzim dari zat-zat aromatic, antara lain: Terpenes, Aldehid, Ester.
f. Enzim dari zat-zat lain seperti misalnya: Manitol, Dulcitol.
g. Enzim Maltose yang dapat membantu membangkitkan energi atau tenaga yang jarang sekali bisa terjadi.

        #Manfaat Madu

Manfaat madu terhadap kesehatan tubuh manusia dan kesehatan gigi dan mulut, antara lain :
a. Manfaat madu sebagai obat penyakit lambung atau alat pencernaan. Kandungan zat mangan yang terdapat dalam madu sangat efektif untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan bahan pangan. Selain itu juga dapat mengurangi derajat keasaman (pH), serta membantu mencegah terjadi perdarahan pada lambung ataupun usus (Purbaya, 2007).
b. Manfaat madu sebagai obat antibiotik. Madu mempunyai daya anti bakteri yang baik untuk mengobati luka baru maupun lama, karena madu mempunyai daya pembunuh bakteri dalam spektrum atau jangkauan luas. Selain itu juga di dalam madu terdapat zat yang berfungsi sebagai barrier (penghalang atau pencegah), sehingga bakteri tidak dapat menembus ke dalam luka (Purbaya, 2007).
c. Madu sangat efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Madu tidak hanya mampu menghentikan bakteri di dalam mulut yang menyebabkan penebalan lapisan plak saja, namun juga dapat mengurangi kadar asam di dalam mulut (Hamad,2007).
d. Madu dapat digunakan sebagai obat penenang dan anestesi yang aman bagi bayi pada masa pertumbuhan giginya (Rostita,2007).
e. Madu memiliki efek sedaktif sehingga dapat menyebabkan tidur nyenyak. Di dalam tubuh, madu dimetabolosir seperti halnya gula sehingga menyebabkan kadar sinotonin (suatu senyawa yang dapat meredakan aktivitas otak) dalam otak meninggi yang menginduksi pada relaksasi dan keinginan untuk tidur ( Sarwono, 2001).

      #Madu Bersifat Antibakteri

         Bahan anti bakteri yang terdapat dalam madu berguna sekali untuk membantu fungsi-fungsi tubuh di dalam mengatasi bakteri (kuman penyakit). Hal itu karena didalam madu terdapat senyawa hidrogen peroksidan dan fitonitrisi. Madu juga mengandung senyawa lysozine yang memiliki daya antibakteri, termasuk juga senyawa inhibine yang dapat bekerja sebagai desinfektan (Purbaya, 2007).
Cara kerja madu sebagai anti bakteri adalah madu mengikat air sehingga bakteri kekurangan air untuk menggandakan diri. Water activity madu menghambat pertumbuhan bakteri, dan pH madu yang berkisar 3,2-4,5 cukup rendah untuk menghambat pertumbuhan bakteri secara umum. Aktivitas antibakteri utama di madu adalah terkait dengan hidrogen peroksida yang terbentuk secara enzimatis. Tingkat hidrogen peroksida yang diproduksi bersifat antibakteri, namun tidak membahayakan jaringan tubuh. Berkumur madu encer (+ 15%) dapat menyembuhkan radang rongga mulut (Sarwono, 2001)